Apakah Konsep Digital Marketing Menggantikan Traditional Marketing?




Biasanya, ketika kita berbicara tentang marketing, pastinya kebanyakan berbicara mengenai bagaimana cara untuk promosi agar produk kita dapat terdengar oleh konsumen. Hal - hal seperti menulis artikel di koran, berusaha untuk masuk ke halaman depan suatu majalah terkenal, mencetak billboard di daerah yang strategis dengan menggunakan brand ambassador yang sedang naik daun dan lain sebagainya tentunya sangat lumrah dilakukan.

Namun, keadaan kini berubah, dengan masuknya era digital ke kehidupan kita sehari - hari, semua informasi semakin mudah didapatkan. Dulu jika bingung mencari makanan, saya selalu ingat restoran yang biasa saya makan. Alasannya karena paling mudah dicari. Sekarang, dengan adanya internet dan telepon genggam, saya hanya tinggal mengetik "restoran terdekat dengan saya" dan saya langsung mendapatkan informasi yang sangat detail mulai dari menu, harga, metode pembayaran dan waktu padat orang berkunjung ke restoran tersebut. Terima kasih untuk internet.

Jaman sekarang, brand sudah harus berpikir lebih dinamis dalam menghadapi perkembangan trend dan product cycle yang lebih singkat. Ketika semua brand sudah menggunakan cara baru dalam promosi, disitulah value sebuah brand mulai di challenge untuk tidak 'kalah saing' dari brand competitor.

Apakah Konsep Digital Marketing Menggantikan Traditional Marketing?

Menurut buku Marketing 4.0 yang ditulis oleh Philip Kotler, Digital Marketing tidak sepenuhnya menggantikan Traditional Marketing . Jika kita masih familiar dengan rumus 4P dalam marketing (Product, Price, Place dan Promotion) tentunya kita paham bagaimana merumuskan tentang Apa yang Harus Ditawarkan (Product, Price) dan Kepada Siapa Kita Menawarkan (Place Promotion) . Brand benar - benar harus memperhatikan kemana mereka mendistribusikan produk mereka, kepada siapa target market mereka dan bagaimana cara promosi yang tepat. Ketika 4P dalam marketing sudah jelas, tentunya proses promosi akan menjadi lancar.

Di era digital ini, konsep marketing harus lebih melibatkan partisipasi konsumen. Maka dari itu rumus 4P didefinisi ulang sebagai rumus 4C. Berikut penjelasan singkat mengenai 4C :

1.  Co- Creation
Co-Creation adalah strategi pengembangan produk yang baru. Dengan melibatkan customer dalam pengembangan produk dapat meningkatkan success rate dari sebuah proyek pengembangan produk. Customer dapat merancang produk yang memang fiturnya mereka butuhkan atau rasa yang mereka harapkan pada brand tertentu.

Image result for gojek surge pricing
Contoh Surge Pricing

2. Currency

Konsep pricing juga berubah pada digital era mulai dari harga standar kepada harga yang dinamis. Hal ini banyak ditemukan di industri perhotelan, penerbangan dan transportasi online. Mereka menentukan harga berdasarkan permintaan pasar.

Sebagai contoh, biasanya harga menggunakan transportasi online dari lokasi A ke B adalah IDR 8,000 namun ketika jam peak hour dan kondisi sedang hujan lebat, harganya mendadak naik 2x lipat kerena permintaan pasar yang meningkat.

Dengan hal ini brand dapat menentukan berapa harga yang cocok untuk tiap customer. Biasanya ditentukan berdasarkan riwayat pembelian mereka.


Image result for airbnb dont have hotel uber dont have car
Contoh Communcal Activation

3. Communal Activation
Konsep channel juga telah berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Perusahaan dengan konsep distribusi Peer to Peer juga makin menjamur. Sebagai contoh : Air BnB, Gojek , Grab mereka menjual sesuatu yang  sebenarnya tidak mereka miliki, dengan kata lain mereka hanya menyediakan platform yang membuat customer mudah mencari barang/jasa. Hal ini muncul dari meningkatnya permintaan konsumen yang instan terhadap sebuah barang/jasa.


Contoh Customer Rating System

4. Conversation
Konsep promosi juga ikut berubah, mulai dari promosi satu arah antara brand ke customer, sampai dengan sekarang yaitu promosi yang mengijinkan customer berinteraksi dengan customer lainnya. Hal ini disebut juga "Customer Rating System" . Contoh platform yang menyediakan wadah ini adalah TripAdvisor untuk menilai hotel dan tempat wisata dan Zomato untuk menilai restoran.

Dari konsep 4C ini dapat kita simpulkan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi, permintaan pasar pun semakin berubah. Konsumen selalu ingin diajak ikut terlibat dengan cara memberi ide, memberikan penilaian terhadap brand, dan konsumen juga membutuhkan suatu platform yang memudahkan mereka untuk menemukan barang dan jasa yang mereka butuhkan.

Satu yang perlu ditekankan, konsep digital marketing tidak sepenuhnya menggantikan traditional marketing. Semua hanya di definisi ulang dan dikembangkan.
Yang sebelumnya hanya promosi satu arah dengan konsep brand memberikan informasi mengenai produk dan campaign kepada konsumen, sekarang brand mengajak peran serta konsumen, memberi kesempatan mereka untuk memberikan rating, berdiskusi secara transparan antara satu konsumen dengan konsumen lainnya.





Elvierajoesha

Disclaimer: The photos do not belong to us (except the ones we personally shot.) All photos are only used by commenting reasons and no photos are used for commercial reasons unless specified.

SUBSCRIBE